Keter(b)atasan

Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya, seharusnya bangsa ini sangat berdaya. Bangsa mana yang tak gemetar melihat kekayaan alam yang jelas segar terhampar. Sebagai contoh betapa suburnya tanah kita, kutip saja sepenggal syair grup musik legendaris Indonesia, Koes Plus, kayu ditancap jadi tanaman. Betapa baiknya Tuhan menganugerahkan kita surga dunia yang menawan. Namun semua itu kini hanya jadi isu, saat kita dipaksa membisu oleh para pemburu barat yang sangat bernafsu. Mereka pagari tanah kita seolah-olah kita tak berharta, tak berdaya, seperti hidup dalam neraka.

 

Sekarang, bangsa ini seperti sedang mengerang, bertubi-tubi kita diserang. Kelihatan semakin parah, seakan-akan kita hampir menyerah. Seharusnya kita berkaca pada masa lalu, dimana para pendahulu yang hanya bersenjatakan bambu mampu melumpuhkan besi-besi panas yang menderu. Dengan segala keterbatasan mereka usir manusia-manusia berhati hewan. Mereka mampu, meski terhadang jalan buntu.

Persis seperti Balap Karung. Permainan asli Indonesia yang selalu diperlombakan pada setiap perayaan kemerdekaan. Permainan ini merefleksikan perjuangan para pendahulu demi satu tujuan, kemerdekaan. Seperti balap lari, siapa tercepat, hadiah ia dapat. Kita dipaksa bergerak dari garis awal sampai ke tujuan yang berjarak puluhan meter di depan dengan kaki terpasung dalam karung. Kita tidak bisa berlari karena kita dipagari, kita harus memasukkan kedua kaki hingga setengah badan ke dalam sebuah karung yang memasung. Bagaimana bisa kita menyentuh garis yang dituju sementara kita tak bisa berlari maju?

Tak ada dahan, akar pun jadi. Tak bisa berlari, melompat pun jadi. Kita masih bisa melompat meski dalam keadaan kaki terikat. Seharusnya kita pahami, betapa Balap Karung yang terlihat standar, sebenarnya menyiratkan sesuatu yang besar. Meski kadang kita terjatuh, namun semangat tiada runtuh. Dengan keterbatasan tersebut, tujuan masih bisa kita jemput. Bahkan dengan melompat kita bisa terlihat lebih tinggi bila disandingkan dengan orang yang sedang berlari. Sebenarnya, setiap rintangan membantu kita menemukan jalan yang lebih baik untuk meraih kemenangan.

https://ekkychloe.files.wordpress.com/2013/02/balapkarung.jpg

Generasi Indonesia hari ini lebih terfasilitasi. Arus teknologi semakin deras menggiring kita lebih cerdas. Seharusnya generasi Indonesia hari ini lebih perkasa dibanding para pendahulu yang jauh lebih tersiksa. Kalau saja kita mendarahdagingkan semangat Balap Karung, bangsa ini tak akan murung, garuda tidak hanya bisa terbang sebagai burung, tapi sebagai pemimpin dunia yang agung.

Mulai hari ini, cintailah tradisi Indonesia yang kaya akan makna, mulai dari Balap Karung yang sederhana. Kita buat dunia bergetar meski hanya berawal kelakar.

Salam Bangga Indonesia!

 

(dari berbagai sumber)

– See more at: http://www.banggaindonesia.com/v2/?p=1127#sthash.lhQeyc8e.dpuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s