Teori Alquran tentang Penciptaan Alam Semesta

QS. 11;7 : DIA-lah yang menciptakan planet-planet dan Bumi dalam enam hari (6000 tahun) dan adalah semesta-NYA atas ALMAA’ untuk menguji kamu tentang siapa dari kamu yang lebih baik dalam perbuatan. Dan jika engkau katakan : “Bahwa kamu adalah orang-orang yang akan dibangkitkan sesudah mati”, akan berkatalah orang-orang kafir “bahwa ini hanyalah sihir nyata”.

Ayat di atas menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dari Almaa. Apa sebenarnya Almaa itu ?
Para mufasir menafsirkan bahwa Almaa adalah “AIR”, memang pada beberapa ayat Almaa berarti air seperti hujan yang turun dari atmosfer, atau sungai yang mengalir. Namun untuk QS.11;7, QS,14;16, QS.18;29, QS.21;30, QS.24;45, dan QS. 25;54 mempunyai arti lain. Karena tidak logis, dimana ALLAH akan menempatkan air itu.
Kemudian para akhli fisika sependapat bahwa Hydrogen adalah atom asal, semua bintang berisikan zat itu yang kemudian berobah jadi Helium dan zat lainnya. Dari Hydrogen terwujud berbagai element lain yang kini diketahui lebih dari 100 macamnya. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Almaa adalah Hydrogen. Walaupun demikian QS.11;7 menyatakan bahwa “Dan adalah semesta-NYA di atas Almaa”. Bukan saja ayat ini menerangkan semesta diciptakan dari Almaa, juga berada di atas Almaa, karenanya timbul pemikiran bahwa Almaa tersebut lebih kecil dari Hydrogen.
Akhirnya diperoleh kunci keilmuan tentang itu dari QS.41;10, bahwa Almaa adalah ‘kekosongan mutlak’. Semesta raya diciptakan dari kekosongan mutlak, dan semesta ini berada di atas atau dikelilingi oleh kekosongan.
Kekosongan yang dinamakan Almaa itu kemudian diberi RAWASIA (batang magnit) maka berputarlah kekosongan tadi jadi inti atom yang berputar di sumbunya. Kini Almaa tersebut jadi Nuclear. Kemudian Nuclear yang terdiri dari Almaa dan Rawasia yang berputar itu menimbulkan Elektron dan Positron selaku pembungkus. Komposisi dari semua ini dinamakan dengan Hydrogen selaku atom asal.
Hal itu sesuai dengan capaian penyelidikan terakhir bahwa Hydrogen tidak dapat diketahui secara terang betapa wujud dan bentuk Proton (nuclear) dan Elektron yang ada padanya. Penggambaran yang diberikan hanyalah dugaan dan perkiraan semata, padahal dia tidak berisikan apa-apa kecuali Rawasia atau Proton yang berputar dikelilingi oleh Electron dan Positron yang oleh Alquran disebut MAR’A (QS.79;31)

QS. 41;9 : Katakanlah : “Apakah kamu akan engkar pada DIA yang menciptakan Bumi dalam dua hari (2000 tahun) dan kamu jadikan untuk-NYA bandingan ? Itulah TUHAN seluruh manusia.
QS. 41;10 : Dan DIA jadikan dari atasnya Rawasia dan memberkahi padanya (dengan ionosfer) dan menentukan padanya waktunya (rotasi dan orbitnya) dalam empat hari (4000 tahun) bersamaan bagi orang-orang yang bertanya.
QS. 41;11 : Kemudian DIA selesaikan kepada Tatasurya dan dia berupa gumpalan api, lalu DIA katakana padanya daan pada Bumi “Datanglah secara patuh atau dalam terpaksa”. Keduanya berkata “Kamai dating secara patuh”.
QS. 41;12 : Maka DIA laksanakanlah mereka jadi tujuh planet (di atas orbit Bumi) dalam dua hari (2000 tahun) dan mewahyukan kepada setiap tatasurya urusannya. Dan KAMI hiasi semesta dunia ini dengan bintang-bintang berapi serta penjagaan. Itulah ketentuan Yang Mulia mengetahui.

QS. 41;10, menyatakan bahwa pada mulanya ALLAH menempatkan Rawasia. Ini berarti bahwa Almaa diberi Rawasia sehingga menjadi Hydrogen. Kumpulan zat ini menimbulkan berbagai atom dan molekul. Kumpulan molekul ini diberi pula berbagai Rawasia yang lebih besar maka terwujudlah globe-globe yang membentuk Bumi dan planet-planet lain. Hal yang sama berlaku pada tiap Tatasurya. Terbentuklah Bintang yang dikitari, planet yang mengitari, dan bulan sebagai satelit, semuanya terwujud dan berfungsi dengan system Rawasia yang berlainan. Semua ciptaan ini berlangsung dalam satu waktu, sekaligus, bukan bergantian.

QS. 21;30, menyatakan bahwa planet-planet dan Bumi ini mulanya bersatu sebingkah lalu dipisah-piusahkan. Hal ini berarti dulunya semuanya itu adalah kekosongaan yang sebingkah dan barulah terpisah-pisah setelah masing-masingnya memiliki Rawasia yang memutar hingga akhirnya berupa globe atau bulatan yang berdiri sendiri-sendiri.
Hendaklah kita menyadari bahwa dalam jangka waktu 2000 tahun planet-planet termasuk Bumi ini belum lagi membeku seperti keadaannya kini. Permukaannya masih berapi yang bergejolak. Globenya masih empuk dan belum memadat. Dalam waktu 2000 tahun, planet terpinggir (Muntaha) dalam tatasurya kita baru dua kali berputar 360 derajat mengitari Bintang (Surya). Hal demikian berlaku dalam waktu yang sama di seluruh tatasurya dalam alam semesta, disebutkan dalam QS. 41;12.
Dalam waktu 2000 tahun pertama planet terpinggir telah dua kali mengelilingi Surya, dan selama minimal dua kali pula planet-planet yang beredar dibawah garis orbitnya mengalami “Jaumuz Zullah” (pembesaran radiasi Surya) yang mengakibatkan pecahnya beberapa planet menjadi lebih kecil, satu diantaranya benar-benar hancur menjadi meteorit (asteroid).

Sesudah masa 2000 tahun, planet-planet tidak terpecah lagi, lalu masa penciptaan itu selesai setelah 4000 tahun lagi kemudiannya, terlaksanalah rotasi dan orbit menurut mestinya, permukaan planet jadi membeku hingga cocok untuk tempat klehidupan makhluk.
QS. 41;10 menyatakan dalam pada 4000 tahun terakhir ini dibentuklah atmosfer setiap planet dan berotasilah masing-masingnya dalam jangka waktu yang ditentukan ALLAH. Kini ternyata setiap planet berbeda lama rotasinya, seperti Bumi 23 jam 56 menit, Mercury 25 jam 45 menit, Venus 23 jam 21 menit, Mars 24 jam 37 menit, Jupiter 9 jam 50 menit, Uranus 10 jam 38 menit.
:lkj:
Sumber : Alquran tentang Tanya Jawab Ilmiah. Gawena : Nazwar Syamsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s