Indonesia, Negara paling Murah Senyum di Dunia

Indonesia

Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009 dari AB Better Business yang berbasis di Swedia, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia

Ini adalah fakta yang amat menarik, walaupun mesti diingat pula bahwa senyum sebenarnya belum tentu punya korelasi positif dengan tingkat kebahagian seseorang atau sebuah bangsa. Mirip yang dituturkan lirik lagu “Kupu-kupu Malam” -nya Titik Puspa, “…kadang dia tersenyum dalam tangis, kadang pula dia menangis di dalam senyuman”…. Semoga saja tidak terlalu banyak kupu-kupu malam yang dijadikan responden dalam survei ini…

Sebenarnya yang akan lebih menarik lagi bila dilakukan survei negara yang paling banyak ketawa. Untuk kategori ini Indonesia barangkali juga bisa juara.Yang seharusnya paling gembira dengan hasil survei The Smiling Report adalah Departemen Pariwisata, karena ini bisa menjadi amunisi bagus untuk promosi wisata Indonesia. Semoga mereka cukup jeli untuk menangkap peluang ini. Dan bagi warga bangsa pasti tidak ada salahnya untuk tambah giat menebar senyum, toh tidak bayar dan kalori yang dihabiskan barangkali tidak lebih banyak daripada ngupil. 😀

 

Source :http://www.beritaunik.net/unik-aneh/indonesia-negara-paling-murah-senyum-di-dunia.html

Iwan Setyawan: Penulis “9 Summers 10 Autumns” yang Mantan Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York

Kesuksesan kerja dan karier cemerlang di New York, Amerika Serikat tidak membuat Iwan Setyawan enggan kembali ke kampung halamannya di Kota Apel Malang, Jawa Timur. Ia memutuskan berhenti dan pulang ke Indonesia.

“Waktu  saya memutuskan berhenti dan kembali ke Indonesia  banyak yang Tanya, are you  crazy? “  ujar Iwan saat tampil di Kick Andy. Dengan tenang, pria kelahiran di Batu-Malang pada 2 Desember 1974 ini, menceritakan bahwa tujuannya bekerja sampai  ke New York adalah untuk mencari uang agar bisa memiliki kamar tidur  sendiri.  Ini adalah obsesi terbesarnya.

Maklum, Iwan adalah keluarga sederhana. Ayahnya yang hanya sopir angkot yang tak punya cukup dana untuk bisa membuatkan kamar yang layak untuk anak-anaknya. Iwan tinggal di rumah berukuran enam kali tujuh meter, dimana ia harus berbagi tempat dengan orang tua dan 4 saudari perempuannya.

Dengan susah payah dalam masalah pembiayaan,  Iwan bisa lulus sekolah bahkan kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam kurun waktu 4 tahun, kuliahnya di Fakultas MIPA, Jurusan Statistika selesai dan menjadi lulusan terbaik di tahun 1997. Ia bekerja selama tiga tahun di Jakarta sebagai data analis di Nielsen dan Danareksa Research Institute. Ia selanjutnya merambah karier di New York City.

Berkat upaya dan keinginan kuat untuk keluar dari kemiskinan keluarganya, ia berhasil mendapatkan pekerjaan di Amerika sebagai Senior Manager Operations. Selama 10 tahun  meniti karier di negeri Paman Sam, ia akhirnya bisa  menduduki jabatan bergengsi, yaitu sebagai Director Internal Client Management Data Analysis and Consulting Nielsen Consumer Research New York, Amerika Serikat. Pencinta yoga, sastra. dan seni teater ini meninggalkan NYC Juni 2010 dengan posisi terakhir tersebut.

Meski dalam perjalanan karier yang demikian bagus, tapi  Iwan memilih jalannya sendiri. Iwan tinggalkan kota “Big Apple” New York, dengan segala kemeriahannya dan memilih kembali ke kota Apel  Malang, Jawa Timur.  “Di sini, saya  ingin berterima kasih pada semua orang yang mendukung saya. Dan saya ingin melakukan sesuatu yang  touch people,”  tegasnya.

9 Summers 10 Autumns

“Di kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat ia bahkan tak memiliki kamar sendiri.”

Cerita tentang kesuksesan selalu menggugah inspirasi. Setelah semua rintangan dapat dilalui, dan hidup yang dulu terasa pahit dan kadang menyakitkan berubah menjadi kebahagiaan, di saat itulah perjalanan hidup seseorang menarik untuk dipelajari. Maka, lewat buku yang dikemas dengan gaya tutur novel ini Iwan Setyawan ingin berbagi inspirasi kepada pembaca.

9 Summers 10 Autumns adalah novel pertama yang terinspirasi dari perjalanan hidupnya sebagai anak seorang sopir di Kota Batu ke New York City. Buku pertamanya Melankoli Kota Batu berupa kumpulan fotografi dan narasi puitis, didekasikan untuk Kota Batu. Iwan saat ini tinggal di Batu, Jawa Timur.

Novel ini ditulis berdasarkan kisah nyata perjalanan hidup Iwan yang berasal dari keluarga pas-pasan. Ayahnya seorang sopir angkot yang hanya mengecap pendidikan sampai kelas 2 SMP. Sedangkan ibunya yang tidak tamat SD, digambarkan Iwan sebagai cermin kesederhanaan yang sempurna. Iwan memiliki 4 saudara perempuan yang disebutnya 4 pilar kokoh.

Iwan mengisahkan, di rumahnya yang mungil dan hampir tak berhalaman, ia dan 4 saudara perempuannya (2 kakak dan 2 adik), serta ibu dan bapaknya, berbagi dua kamar tidur, satu ruang tamu kecil, satu dapur, dan satu kamar mandi. Ia menulis, “Sebagai anak laki satu-satunya, aku selalu berpindah-pindah tempat tidur. Dari kamar ibu bapakku, kamar kakak perempuanku, ruang tamu, dapur, sampai tidur dengan kakek nenek di rumah bambu mereka yang berlantai tanah, di sebelah rumah kami.”

Kondisi itu berlangsung hingga ia menginjak masa remaja. Ia pun bermimpi ingin punya kamar sendiri suatu saat nanti. “Aku selalu menginginkan sebuah kamar, bisa menutup pintunya dan mengarungi malam sendiri. Namun meminta kamar sendiri pada saat itu bukan hanya permintaan yang sangat bodoh, tapi juga pertanyaan yang tak berhati,” katanya. Lantaran sering batuk-batuk pada malam hari, bapaknya membuatkan ranjang dari bambu. Ranjang ini ditempatkan di sudut ruang tamu, di dekat pintu dapur, di depan kamar orangtuanya. “Ranjang bambu berukuran kira-kira 0,5 x 1,5 meter itu adalah ranjang pertamaku,” tulisnya.

Hidup dalam kondisi yang serba kekurangan, ternyata tidak mematahkan semangat Iwan – juga kakak dan adiknya – untuk menggapai cita-cita yang tinggi. “Di tengah kesulitan, kami hanya bisa bermain dengan buku pelajaran dan mencari tambahan uang dengan berjualan pada saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar sayur,” tulis Iwan. Ia berkeyakinan bahwa pendidikan dapat membentangkan jalan keluar dari penderitaan dan mengubah hidup seseorang.

Dalam novel ini, jelas tergambar sosok ibu yang berperan besar dalam membangun karakter dan mengisi pendidikan anak-anaknya. Iwan menggambarkan sosok ibunya cukup detail, sehingga pembaca bisa belajar banyak dari tokoh ini. Ia menceritakan, ibunya membangun ide untuk menabung. Ibunya juga pintar mengatur berapa liter nasi yang harus ditanak tanpa tersisa keesokan harinya, kapan keluarganya harus makan daging, ayam, atau tempe.

Iwan mengungkapkan, ibunya tahu barang apa yang harus digadaikan untuk membeli sepatu baru bagi anaknya dan mengatur pembayaran uang sekolah. “Dia menghadirkan demokrasi berbagi di tengah pergulatan hidup. Ibuku adalah cermin kesederhanaan yang sempurna di mata kami dan kesederhanaan inilah yang menyelamatkan kami,” papar Iwan menggambarkan ibunya.

Kemiskinan rupanya tak menggoyahkan hati sang ibu. Melalui pendidikan, ibunya yakin, anak-anaknya akan memiliki masa depan yang cerah. Karena itu, ia gigih berjuang agar anak-anaknya tetap sekolah. “Ibu ngotot semua anaknya, termasuk yang perempuan, harus sekolah sampai universitas,” tutur Iwan.

Lulus dari SMAN 1 Batu dengan prestasi yang baik, Iwan mendapat undangan khusus untuk kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Berita itu disambut gembira oleh keluarganya. Namun di sisi lain, ia gamang terhadap biaya kuliah yang harus mereka tanggung. Tak ingin anak lelakinya kehilangan kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi, sang ayah menjual satu-satunya angkot yang selama puluhan tahun telah menghidupi keluarga ini. Setelah tak memiliki angkot lagi, ayah Iwan kemudian menjadi sopir truk.

Iwan diterima di jurusan Statistika, salah satu jurusan favorit di IPB. Mahasiswa yang berhasil masuk jurusan ini semuanya memiliki IPK tinggi di Tingkat Persiapan Bersama. Karena itu tingkat persaingannya pun sangat ketat. Mulanya ia sempat grogi dan merasa tak yakin dapat memenuhi harapan orangtuanya. Ia mengungkapkan kekhawatirannya itu.

“Setelah tingkat dua, persaingan menjadi semakin tajam dan tak sedikit mahasiswa yang harus mengulang atau drop-out. Aku mungkin salah satu siswa terbaik di Batu, tapi di sini aku menjadi sangat “kecil” di tengah siswa berprestasi lainnya: siswa teladan nasional, finalis olimpiade matematika internasional, juara karya ilmiah nasional, dan sederet prestasi panjang lainnya.”

Dalam kegalauan hatinya, ibunya menenangkan Iwan dengan mengatakan, “Coba dulu, belajar yang rajin, jangan takut.” Nasihat sang ibu memberi keyakinan bahwa menjalani proses adalah menjalankannya sekarang, saat ini, dengan kerja keras dan melepaskan ketakutan akan hasil yang didapat. Kegagalan ataupun keberhasilan sebuah proses adalah dimensi lain yang akan melahirkan pelajaran baru untuk proses selanjutnya. Alhasil, Iwan berhasil menjadi lulusan terbaik dari fakultas MIPA jurusan Statistika pada 1997.

Berikutnya, perjalanan Iwan menuju tangga kesuksesan dimulai. Setelah lulus dari IPB, Iwan diterima bekerja di AC Nielsen Jakarta sebagai data analyst selama dua tahun, lalu di Danareksa Research Institute (DRI). Tak lama berkarier di DRI, Iwan mendapat tawaran yang sulit dia tolak, yaitu sebagai data processing executive di Nielsen International Research di New York, AS. Ia tak pernah bermimpi mendatangi New York, terlebih mendapat kesempatan karier di perusahaan multinasional di negara Paman Sam itu. Nmaun, berkat kerja keras dan ketekunan, ia berhasil melampaui mimpinya.

Setelah 8 tahun berkarier di New York, Iwan berhasil menduduki posisi tinggi, sebagai Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York. Karena kerinduannya yang dalam pada tanah kelahirannya, Batu, di tahun ke-10 Iwan memutuskan untuk berhenti dari perusahaan ini dan memilih kembali ke Indonesia. “Aku ingin membangun sebuah kamar kecil, di Tanah Airku,” janjinya.

“Namun tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat mengobati kerinduan akan rumah kecil dan Tanah Airnya. Dan pada akhirnya, cinta keluargalah yang menyelamatkan semuanya.”

Sumber: KickAndy.com, Gramedia.com, portalHR.com

Indonesia Boyong 5 Penghargaan Festival Film ASEAN 2013 di Malaysia

aiffa 2013 di indonesiaproud wordpress comRombongan sineas Indonesia mendapat kesan tersendiri dalam penyelenggaraan ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA) 2013.

Betapa tidak, Indonesia berhasil memboyong 5 penghargaan dalam ajang festival film ASEAN yang diselenggarakan di Kuching, Malaysia pada 28-30 Maret tersebut.

Lima penghargaan yang diraih adalah Best Editing untuk filmSang Martir (Cesa David Lukman), Best Director of Photography untuk film Rayya (Ipung Rachmat Syaiful), Best Director (Riri Riza) untuk film Atambua 39 Derajat Celcius, Special Jury Awards untuk filmRectoverso, dan ASEAN Spirit Award untuk film Cinta Tapi Beda.

Dalam AIFFA 2013 terdaftar 100 film cerita dari 10 negara anggota ASEAN dan Indonesia menyertakan 11 film.

Sebelas film yang menjadi wakil Indonesia di antaranya adalah Cinta Tapi Beda, Sang Martir, RectoversoAtambua 39 Derajat CelciusRayya, Batas, Perahu Kertas 1 & 2, Ummi Aminah, Habibie & Ainun, serta Bidadari-Bidadari Surga.

poster film rayya, rectoverso, dan cinta tapi beda di indonesiaproud wordpress com

“Untuk penyelenggaraan pertama ini kami tunjuk penyelenggara Balinale Film Festival sebagai representatif menyeleksi film-film wakil dari Indonesia,” jelas Lifan Tajang, Direktur Festival AIFFA 2013.

“Kalau melihat film peserta yang ikut kompetisi, dan hasil yang didapat, ini termasuk luar biasa,” ujar Didi Petet yang mengikuti seluruh kegiatan acara AIFFA 2013.

Sumber: KapanLagi.com

Pulsk: Situs Jejaring Sosial Ala Mading Karya Anak Bangsa yang “Wow”

Pulsk di indonesiaproud wordpress com

Situs jejaring sosial tetap menjadi magnet di Indonesia karena besarnya potensi pasar dan menjadi daya tarik, khususnya bagi kawula muda. Lihatlah betapa besarnya pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia dan menduduki peringkat tinggi di dunia.

Tak mau ketinggalan dengan 2 situs media besar tersebut, pengembang Indonesia juga membuat situs sejenis, antara lain Pulsk. Beberapa bulan setelah ajang SparxUp, situs web jejaring sosial  tersebut berhasil menggaet ratusan ribu pengguna.

Hingga Februari 2013, layanan asli buatan Indonesia ini telah berhasil mendapatkan tak kurang dari 125.000 pengguna tetap. Dalam satu bulan ada lebih dari 5 juta pengunjung dengan 50 juta halaman yang diakses. Sedangkan, rata-rata, dalam satu hari ada 3.000 konten yang diunggah dan 6.000 “Wow” disematkan.

Pulsk adalah sebuah situs web yang mengizinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan pengguna lain dengan cara membagi foto, video, dan artikel.

Karena menyasar segmen anak muda, Pulsk menawarkan konsep majalah dinding virtual. Para Pulsker (sebutan bagi pengguna Pulsk) bisa mengunggah sendiri konten-konten terbaik mereka.

Hal yang menarik adalah Pulsker lain bisa menyematkan “wow” apabila menyukai konten tertentu. “Wow” sendiri adalah perwujudan dari apresiasi Pulsker  terhadap sebuah konten yang mereka anggap menarik dan bermanfaat.

Secara otomatis konten yang mendapatkan semakin banyak “wow” akan berada di halaman “Paling Wow”, sekaligus merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemilik konten.

Ide Pulsk sendiri dicetuskan oleh Rendy Bryanzah, yang dikenal sebagai orang di balik pengembangan forum Kaskus. Saat bekerja di perusahaan tersebut, Rendy menjabat sebagai Leader Developer Kaskus.

Berawal dari riset kecil-kecilan yang dilakukannya bersama beberapa teman, Rendy menemukan fakta menarik ternyata situs-situs jejaring sosial sebagian besar diramaikan oleh pengguna dengan rentang usia muda, yakni dibawah 24 tahun.

Berangkat dari pemikiran sederhana tersebut, Rendy pun mulai merancang Pulsk diwaktu senggangnya. Rendy dibantu oleh Irwan Fahmy di sisi produk dan strategi, Riswan Rais dan Ardian Trimurti di lini desain.

Hasilnya pun ternyata luar biasa. Hanya dalam waktu beberapa bulan saja, popularitas Pulsk meningkat drastis. Rendy pun memutuskan untuk lebih serius di Pulsk dan meninggalkan Kaskus pada November 2012.

Sumber: tribunnews.com, tekno,kompas.com

Tempat-Tempat dengan Pemandangan Eksotis di Indonesia

GUNUNG RINJANI, NTB

Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, sampai mahasiswa pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin k

encang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.

PULAU KOMODO, NTT

Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).

KEPULAUAN RAJA AMPAT, PAPUA BARAT

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya.

KAWAH IJEN, JAWA TIMUR

Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.

CARSTENSZ PYRAMID, PAPUA

Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.

GUNUNG ANAK KRAKATAU, SELAT SUNDA

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.

GUNUNG BROMO, JAWA TIMUR

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

GUNUNG KELIMUTU, NTT

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

TAMAN LAUT BUNAKEN, SULAWESI UTARA

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

DANAU TOBA, SUMATERA UTARA

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau vulkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

BALURAN, JAWA TIMUR

Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

PANTAI DREAMLAND, BALI

Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.

DANAU GUNUNG TUJUH, JAMBI

Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.

GREEN CANYON, JAWA BARAT

Green Canyon menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara sungai, lembah hijau, hutan lindung, dan aneka stalaktit-stalakmit. Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi. Green Canyon mulai dikembangkan pada tahun 1989.

DANAU SENTANI, PAPUA

Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Landskap Danau Sentani dengan gugusan pulau di tengahnya merupakan salah satu yang terindah di Indonesia.

GOA GONG, JAWA TIMUR

Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.

PEGUNUNGAN KARST BANTIMURUNG, SULAWESI SELATAN

Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.
Pulau Belitung, Bangka Belitung
Pulau indah, pemandangan unik pantai pasir putih asli dihiasi batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal, dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil.

PULAU DERAWAN, KALIMANTAN TIMUR

Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”

Read more: http://senang-baca.blogspot.com/2012/03/tempat-tempat-dengan-pemandangan.html#ixzz2OLSnfq1u

10 Pertandingan Terbaik Timnas Indonesia

http://angkatigabelas.blogspot.com/
Inilah 10 penampilan terbaik Skuad Garuda di ajang Internasional
1. Piala Dunia 1938, 2. Olimpiade 1956, 3. Asian Games 1958, 4. SEA Games 1987, 5. SEA Games 1991, 6. Piala Asia 1996, 7. Piala Asia 2004, 8. Piala Tiger 2004, 9. Piala Asia 2007, 10. Piala Kemerdekaan 2008: Selengkapnya tentang pertandingan tersebut baca dibawah ini:
1. Piala Dunia 1938
Meski pada piala dunia di Prancis ini bukan diwakili timnas sepakbola Indonesia, karena masih di bawah jajahan Hindia Belanda. Tapi Indonesia tetap bangga karena para pemain NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie), tim yang berangkat dengan bendera Hindia Belanda kebanyakan adalah orang pribumi. Semakin menggembirakan karena penampilan NIVU mencatat sejarah sebagai tim sepakbola Asia pertama yang tampil di piala dunia.
2. Olimpiade 1956
Di ajang yang diselenggarakan di Melbourne Australia, timnas sepakbola Indonesia memang gagal meraih tropi juara. Tapi tim besutan pelatih Toni Pogacknik (Yugoslavia) berhasil membuat sensasi dengan menahan imbang tanpa gol raksasa sepakbola dunia saat itu, Uni Soviet.
3. Asian Games 1958
Masih dilatih Toni Pogacknik, pada ajang yang digelar di Tokyo ini timnas berhasil meraih medali perunggu. Cukup berkesan dan sulit terlupakan karena merupakan medali pertama timnas sepakbola Indonesia di ajang resmi turnamen Internasional.
4. SEA Games 1987
Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, timnas sepakbola Indonesia untuk pertama kalinya sukses menjadi juara SEA Games. Adalah Ribut Waidi yang berhasil menyarangkan satu gol ke gawang Malaysia di partai final yang berlangsung seru dan menegangkan.
5. SEA Games 1991
Untuk kedua kalinya timnas sepakbola Indonesia berhasil meraih medali emas pada ajang bergengsi antar negara Asia Tenggara yang berlangsung di Manila, Filipina. Di babak pamungkas, Indonesia mengalahkan Thailand 4-3 melalui drama adu penalti.
6. Piala Asia 1996
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, timnas sepakbola Indonesia berhasil lolos ke piala Asia. Di laga perdana yang berlangsung di Uni Emirat Arab, tim “Merah Putih” membuat kejutan dengan menahan imbang 2-2 Kuwait, pemegang juara piala Teluk. Tidak hanya itu, striker Widodo Cahyono Putra sukses menciptakan gol cantik yang dinobatkan sebagai gol terbaik Asia 1996.
7. Piala Asia 2004
Ajang yang berlangsung di China ini merupakan kali ketiga timnas sepakbola Indonesia tampil di even bergengsi antar negara se-Asia tersebut. Di mana di ajang inilah “Pasukan Garuda” berhasil menorehkan sejarah baru, setelah mencatat kemenangan pertamanya di piala Asia dengan mengalahkan Qatar 2-1. Tim besutan pelatih Ivan Kolev (Bulgaria) sebenarnya berpeluang kembali mencatat sejarah lolos ke babak perempat-final. Sayang pada partai terakhir, Indonesia kalah 3-1 dari Bahrain.
8. Piala Tiger 2004
Meski gagal meraih juara setelah dikandaskan Singapura di babak final, timnas sepakbola Indonesia sukses melalui babak penyisihan dengan fantastis tanpa kebobolan satu gol pun di ajang ini. Yang paling mengesankan tentunya saat mengalahkan Malaysia di babak semi-final yang berlangsung seru dan dramatis. Indonesia sempat kalah 2-1 pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, namun Boas Salossa dan kawan-kawan “mengamuk” di kandang Malaysia dan menang 4-1 di hadapan puluhan ribu pendukungnya.
9. Piala Asia 2007
Timnas sepakbola Indonesia meraih kemenangan keduanya di ajang piala Asia ketika mengalahkan Bahrain 2-1, tim yang pernah menyingkirkan Indonesia di even yang sama beberapa tahun lalu. Di ajang ini pula, striker Elie Aiboy mencetak gol indah ke gawang Arab Saudi yang membuat publik sepakbola nasional tersentak dan membanjiri stadion utama. Sayang tim yang kala itu di nahkodai pelatih asal Bulgaria Ivan Kolev, gagal lolos ke babak kedua, setelah dikalahkan tim kuat Korea Selatan 1-0 di laga terakhir penyisihan grup.
10. Piala Kemerdekaan 2008
Meski tampil sebagai juara setelah Libya, yang sedang unggul sementara 1-0, menolak melanjutkan permainan di final. Tapi hasil yang diperoleh timnas sepakbola Indonesia di ajang tersebut menjadi penawar duka. Maklum saja, karena Indonesia sudah cukup lama tidak mampu meraih tropi juara turnamen internasional. Indonesia terakhir tampil sebagai juara di ajang ini pada 1961 dan 1962. Terlebih karena kemenangan itu diraih di tengah kondisi sepakbola nasional sedang terpuruk, akibat krisis kepemimpinan yang melanda PSSI.

Batik Masuk Kurikulum di Italia

Sebuah sekolah mode tertua di Italia, Koefia, berencana memasukkan desain mode dengan bahan kain batik ke dalam kurikulum pelajarannya. Kabar ini diungkapkan Direktur Artistik Koefia, Bianca Lami, beserta Wakil Ketua DPRD di Lazio, Italia Raffaele D` Ambrosio yang mengatakan bahwa pihaknya mengetahui Solo sebagai pusat batik dari internet, hal ini membuat mereka sangat tertarik.
“Saya tahu dari internet bahwa Solo merupakan ibukota batik. Di sini banyak industri batik, bahkan saya dengar ada kampung dengan nama batik. Saya ingin melihatnya secara langsung,” katanya.
Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan mengajarkan desain fesyen batik kepada siswanya selama tiga tahun. Hal ini dikarenakan pihaknya melihat batik sebagai warisan budaya dunia yang diakui Unesco dari Indonesia dan bisa menjadi tren fesyen baru nantinya.
“Kami ingin mengembangkan fashion heritage. Ini sekaligus untuk menggabungkan budaya Solo dengan budaya Eropa dan saya kira hasilnya akan sangat bagus,” ungkapnya.
Bagaimana kita menyikapi hal ini? Wajar bila ada kalangan yang khawatir hal ini sebagai cara orang luar mencaplok batik Indonesia. Atau mungkin sebaiknya kita terpacu untuk semakin mencintai dan belajar membatik agar warisan budaya ini tetap terjaga di tangan kita dan generasi penerus.
Bagi yang di Jakarta, coba ke museum tekstil. Di tempat ini selalu ada workshop membatik. Untuk yang di daerah, cari info lokasi belajar membatik, karena sekarang hampir setiap propinsi mengembangkan batik khas daerahnya.

Keter(b)atasan

Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya, seharusnya bangsa ini sangat berdaya. Bangsa mana yang tak gemetar melihat kekayaan alam yang jelas segar terhampar. Sebagai contoh betapa suburnya tanah kita, kutip saja sepenggal syair grup musik legendaris Indonesia, Koes Plus, kayu ditancap jadi tanaman. Betapa baiknya Tuhan menganugerahkan kita surga dunia yang menawan. Namun semua itu kini hanya jadi isu, saat kita dipaksa membisu oleh para pemburu barat yang sangat bernafsu. Mereka pagari tanah kita seolah-olah kita tak berharta, tak berdaya, seperti hidup dalam neraka.

 

Sekarang, bangsa ini seperti sedang mengerang, bertubi-tubi kita diserang. Kelihatan semakin parah, seakan-akan kita hampir menyerah. Seharusnya kita berkaca pada masa lalu, dimana para pendahulu yang hanya bersenjatakan bambu mampu melumpuhkan besi-besi panas yang menderu. Dengan segala keterbatasan mereka usir manusia-manusia berhati hewan. Mereka mampu, meski terhadang jalan buntu.

Persis seperti Balap Karung. Permainan asli Indonesia yang selalu diperlombakan pada setiap perayaan kemerdekaan. Permainan ini merefleksikan perjuangan para pendahulu demi satu tujuan, kemerdekaan. Seperti balap lari, siapa tercepat, hadiah ia dapat. Kita dipaksa bergerak dari garis awal sampai ke tujuan yang berjarak puluhan meter di depan dengan kaki terpasung dalam karung. Kita tidak bisa berlari karena kita dipagari, kita harus memasukkan kedua kaki hingga setengah badan ke dalam sebuah karung yang memasung. Bagaimana bisa kita menyentuh garis yang dituju sementara kita tak bisa berlari maju?

Tak ada dahan, akar pun jadi. Tak bisa berlari, melompat pun jadi. Kita masih bisa melompat meski dalam keadaan kaki terikat. Seharusnya kita pahami, betapa Balap Karung yang terlihat standar, sebenarnya menyiratkan sesuatu yang besar. Meski kadang kita terjatuh, namun semangat tiada runtuh. Dengan keterbatasan tersebut, tujuan masih bisa kita jemput. Bahkan dengan melompat kita bisa terlihat lebih tinggi bila disandingkan dengan orang yang sedang berlari. Sebenarnya, setiap rintangan membantu kita menemukan jalan yang lebih baik untuk meraih kemenangan.

https://ekkychloe.files.wordpress.com/2013/02/balapkarung.jpg

Generasi Indonesia hari ini lebih terfasilitasi. Arus teknologi semakin deras menggiring kita lebih cerdas. Seharusnya generasi Indonesia hari ini lebih perkasa dibanding para pendahulu yang jauh lebih tersiksa. Kalau saja kita mendarahdagingkan semangat Balap Karung, bangsa ini tak akan murung, garuda tidak hanya bisa terbang sebagai burung, tapi sebagai pemimpin dunia yang agung.

Mulai hari ini, cintailah tradisi Indonesia yang kaya akan makna, mulai dari Balap Karung yang sederhana. Kita buat dunia bergetar meski hanya berawal kelakar.

Salam Bangga Indonesia!

 

(dari berbagai sumber)

– See more at: http://www.banggaindonesia.com/v2/?p=1127#sthash.lhQeyc8e.dpuf

Saatnya Dunia Bergaya Indonesia

Barat memang masih menjadi kiblat fesyen dunia. Namun, bukan berarti bangsa-bangsa di bagian timur bumi harus berkecil hati, khususnya Indonesia karena tren fesyen global kini mulai dikuasai oleh indahnya corak-corak Nusantara.

 

Salah satu motif khas Nusantara yang berhasil mengambil hati dunia adalah batik. Sejak diakui sebagai warisan dunia, kini batik semakin membahana. Lihat saja, kini semakin banyak rumah mode dunia, seperti Gucci yang mengadopsi batik dalam karya-karya andalan mereka yang terbaru.

Tren batik juga juga semakin menguat karena mendapat dukungan dari para tokoh dan selebritis dunia. Beberapa dari mereka adalah Paris Hilton, Adele, Jesica Alba, Drew Barrymore, Rachel Bilson, Reese Witherspoon, Lenka, Bono, Bill Gates, Nelson Mandela, dan Nicole Richie. Beberapa kali mereka kerap mengenakan busana atau aksesoris batik rancangan perancang kelas dunia.

https://i0.wp.com/media.viva.co.id/thumbs2/2012/04/26/152516_batik-mendunia_663_382.jpg

Angin segar memang sedang kencang-kencangnya berhembus untuk Indonesia, namun kita harus sadar, bahwa tanggung jawab kita sebagai anak-anak bangsa kian besar. Batik dan warisan-warisan Nusantara lainnya bukan sekedar corak, tapi warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai filosofis.

https://i0.wp.com/www.andalanku.com/wp-content/uploads/2013/01/Motif-Batik-Solo.jpg

Jadi, sekaranglah saatnya kita buat dunia benar-benar mengerti nilai-nilai budaya sejati yang terbawa oleh gaya, agar dunia dan kita benar-benar bangga bergaya Indonesia.

 

Salam Bangga Indonesia!

 

 

Sumber: kompas.com, ghiboo.com

– See more at: http://www.banggaindonesia.com/v2/?p=1370#sthash.NOyYyL7i.dpuf

Mystical Toraja Raih The Best National Costume di Ajang Manhunt International 2011, Korsel

1

Mystical Toraja, busana ala Toraja, Sulawesi Selatan, yang dikenakan Johanica Yanuar, dalam kontes pria berbakat sejagat, Manhunt Internasional 2011 di Korea Selatan sukses menyabet predikat The Best National Costume. Selain itu, Yanuar juga masuk dalam Top 15? di ajang tersebut.

Ini prestasi yang membanggakan karena penghargaan national costume termasuk yang paling bergengsi dalam ajang tingkat dunia ini, kata Ketua Tim Indonesia (National Director) yang juga Brand Manager L-Men, Christian Widi Nugraha, di Seoul, Korsel.

Wakil Indonesia, Johanica Yanuar (26), yang berpostur tinggi 182 cm itu mengenakan busana rancangan Dynan Fariz-Jember Fashion Carnaval yang bertemakan Mystical Toraja dalam sesi Traditional Costume Parade dalam ajang Manhunt International 2011 yang malam puncak finalnya digelar di Millenium Hotel, Gangnam, Seoul, pada Senin (10/10) malam.
Busana tersebut merupakan modifikasi pakaian adat Toraja, Seppa Tallung Buku yang dilengkapi dengan sayap dan tanduk, mengesankan kebesaran dan keagungan salah satu kebudayaan Indonesia.

Christian Widi Nugraha menambahkan, pengerjaan kostum tersebut memakan waktu berminggu-minggu. “Sampai acara akan dimulai, kostum itu belum juga selesai akhirnya dikerjakan marathon selama sepekan, dan siap digunakan pada sore hari sebelum tim diberangkatkan ke Korsel, ” katanya.

Bahkan, Widi menambahkan, fitting pakaian dan pemotretan baru dilakukan pukul 11.00 malam sesaat sebelum tim berangkat ke Korsel. “Perjuangan belum berhenti karena di bandara sempat dipersoalkan lantaran kelebihan muatan sehingga dikenai biaya ‘overweight’ hingga 700 dolar AS,” katanya.

Salah satu juri Manhunt Internasional 2011 yang juga perancang mode ternama, Ricky Abad, mengatakan, national costume asal Indonesia layak menjadi juara karena detail, unik, dan megah. “Desain kostum Indonesia sangat unik, detail, dan membuat pemakainya terlihat gagah. Inspirasi itu diperkaya dengan tanduk dan ekor seperti binatang,” katanya.

Pada kesempatan itu, duta China Chen JianFeng, sukses menjadi juara pertama Manhunt International 2011. First runner up diraih Dominican Republic, 2nd runner up ditempati oleh Belgia, 3th runner up Vietnam, 4th runner up dari Slovak Republic.

Awalnya saya tidak menyangka bisa menduduki posisi 15 besar dan ini saat yang sangat membahagiakan bagi saya bisa mewakili Indonesia di ajang internasional, kata Yanuar.

 

(Sumber: metrotvnews.combanggaindonesia.com)

By Ekky Gusti Prasetya Posted in Indonesia